Sederhana Namun Indah Di Mata Tuhan
Daftar Isi
Sesi ini mengundang pewarta Ibu Emmy Haryanti dari Paroki Taman Galkasi yang diutus dari PDPKK ST. Bartolomeus. Beliau menjelaskan tentang Kisah Para Rasul 5:29
Tetapi Petrus dan rasul-rasul itu menjawab, katanya: "Kita harus lebih taat kepada Allah dari pada kepada manusia.
Apakah Tuhan tertarik dengan hidup yang hebat atau hati yang sederhana?
Banyak orang ingin terlihat besar, tapi Tuhan justru mencari yang taat dan sederhana.
Mengapa Tuhan menyukai kesederhanaan?
Kesederhanaan membuat kita terbuka bagi karya Roh Kudus
Hidup sederhana = ruang bagi kasih, taat dan kejujuran
"Manusia melihat apa yang di depan mata, tetapi Tuhan melihat hati."
1 Sam 16:7.. Bukan yang dilihat manusia yg dilihat Allah ...
Kisah Para Rasul mengajarkan bahwa kita tidak perlu membela diri berlebihan, hanya berkata apa adanya. Mereka juga memilih taat secara sederhana namun penuh iman
Kesederhanaan ketaatan = Keindahan di mata Tuhan
Dunia sering bilang:
- *Harus terlihat sukses
- *Harus terlihat hebat
Tuhan berkata:
- *Lihat hatimu, bukan penampilan
- *Nilai ketaatan, kesederhanaan, percaya dan bukan jumlah pencapaian
- *Barangsiapa percaya kpd Anak, ia beroleh hidup kekal
Teladan Petrus
Santo Petrus:
*Nelayan biasa, pernah gagal
*Pernah menyangkal Yesus, tapi mau kembali dan taat
Tuhan memakai dia karena hatinya tulus.
Ketaatan tidak harus sempurna sejak awal, tetapi mau bertumbuh dan kembali kepada Tuhan
Akuilah kita sering gagal. Namun ingin terus kembali kepada Tuhan.
Apa yang Membuat Hidup "Indah" bagi Tuhan?
- *Ketaatan dalam Hal Kecil: Melakukan pekerjaan rutin mungkin sederhana sekali ttp dengan kasih yang besar.
- *Kerendahan Hati (Humility): Mengakui bahwa segala talenta adalah titipan-Nya.
- *Hati yang Terbuka: Menerima kesaksian dari Surga (Yoh 3:32-33) dan melakukannya dalam hidup sehari-hari.
Iman yang sederhana adalah iman yang tidak menuntut banyak bukti atau mukjizat spektakuler setiap saat. Hati yang percaya dengan tulus dalam kesederhanaan hidup adalah "perhiasan" yang sangat berharga bagi Tuhan.

Refleksi
mari kita renungkan:
- *Apakah saya terlalu sibuk terlihat baik, tapi lupa sungguh-sungguh baik?
- *Apakah saya lebih takut manusia daripada taat pada Tuhan?
- *Apakah iman saya rumit atau sederhana, taat dan tulus?
- *Apakah saya sudah taat dalam pelayanan walaupun dalam hal2 yg sederhana. Sehingga pelayanan saya indah di mata Tuhan?
Kontributor :Shinta F Wardani
PDPKK St Stanislaus Kostka

Posting Komentar