Sederhana Namun Indah Di Mata Tuhan

Daftar Isi
Pada hari Kamis 16 April 2026 PDPKK St Stanislaus Kostka Paroki Kranggan mengadakan persekutuan doa di ruang Theresia Lisieux dengan tema : "Sederhana Namun Indah di Mata Tuhan?

Sesi ini mengundang pewarta Ibu Emmy Haryanti dari Paroki Taman Galkasi yang diutus dari PDPKK ST. Bartolomeus. Beliau menjelaskan tentang Kisah Para Rasul 5:29 

Tetapi Petrus dan rasul-rasul itu menjawab, katanya: "Kita harus lebih taat kepada Allah dari pada kepada manusia.





Apakah Tuhan tertarik dengan hidup yang hebat atau hati yang sederhana?
Banyak orang ingin terlihat besar, tapi Tuhan justru mencari yang taat dan sederhana.

Mengapa Tuhan menyukai kesederhanaan?
Kesederhanaan membuat kita terbuka bagi karya Roh Kudus

Hidup sederhana = ruang bagi kasih, taat dan kejujuran
"Manusia melihat apa yang di depan mata, tetapi Tuhan melihat hati."

1 Sam 16:7.. Bukan yang dilihat manusia yg dilihat Allah ...

Kisah Para Rasul mengajarkan bahwa kita tidak perlu membela diri berlebihan, hanya berkata apa adanya. Mereka juga memilih taat secara sederhana namun penuh iman

Kesederhanaan ketaatan = Keindahan di mata Tuhan

Dunia sering bilang:
  • *Harus terlihat sukses
  • *Harus terlihat hebat

Tuhan berkata:
  • *Lihat hatimu, bukan penampilan
  • *Nilai ketaatan, kesederhanaan, percaya dan bukan jumlah pencapaian
  • *Barangsiapa percaya kpd Anak, ia beroleh hidup kekal

Teladan Petrus

Santo Petrus:

*Nelayan biasa, pernah gagal
*Pernah menyangkal Yesus, tapi mau kembali dan taat

Tuhan memakai dia karena hatinya tulus.
Ketaatan tidak harus sempurna sejak awal, tetapi mau bertumbuh dan kembali kepada Tuhan
Akuilah kita sering gagal. Namun ingin terus kembali kepada Tuhan.

Apa yang Membuat Hidup "Indah" bagi Tuhan?
  • *Ketaatan dalam Hal Kecil: Melakukan pekerjaan rutin mungkin sederhana sekali ttp dengan kasih yang besar.
  • *Kerendahan Hati (Humility): Mengakui bahwa segala talenta adalah titipan-Nya.
  • *Hati yang Terbuka: Menerima kesaksian dari Surga (Yoh 3:32-33) dan melakukannya dalam hidup sehari-hari.

Iman yang sederhana adalah iman yang tidak menuntut banyak bukti atau mukjizat spektakuler setiap saat. Hati yang percaya dengan tulus dalam kesederhanaan hidup adalah "perhiasan" yang sangat berharga bagi Tuhan.



Refleksi
mari kita renungkan:
  • *Apakah saya terlalu sibuk terlihat baik, tapi lupa sungguh-sungguh baik?
  • *Apakah saya lebih takut manusia daripada taat pada Tuhan?
  • *Apakah iman saya rumit atau sederhana, taat dan tulus?
  • *Apakah saya sudah taat dalam pelayanan walaupun dalam hal2 yg sederhana. Sehingga pelayanan saya indah di mata Tuhan?
Acara persekutuan doa berjalan dengan baik dan lancar, umat pun pulang membawa sukacita.

Kontributor :Shinta F Wardani
PDPKK St Stanislaus Kostka

Posting Komentar

HOT INFO: Sabtu tanggal 2 Mei 2026: REKOLEKSI PEWARTA/PENGAJAR/TIM di GKP Paroki Harapan Indah. Minggu tanggal 3 Mei 2026: Tugas Dekenat Bekasi PW di SAMADI