Kembali ke Komunitas
Daftar Isi
PDPKK Santo Bartolomeus mengadakan persekutuan doa dengan tema Kembali ke Komunitas bersama Bapak Fransiskus De Sales Handiono, yang dilaksanakan pada hari Rabu, 13 Mei 2026, pukul 19.30 wib. Diadakan di GKP Lt. 2, Gereja Santo Bartolomeus, Taman Galaxy.
Sebagai permenungan pada sore hari ini :
Hubungan antara Lukas 24:30-35 dengan konsep "kembali ke komunitas" sangat erat dan menjadi klimaks dari kisah perjalanan ke Emaus. Perjumpaan pribadi dengan Yesus yang bangkit secara otomatis memulihkan hubungan individu dengan komunitas iman yang sempat ditinggalkan.
Berikut adalah hubungan teologis dan praktisnya yang dibagi dalam beberapa poin penting:
- Membalikkan Arah Pemisahan Diri (Isolasi). Konteks: Di awal cerita, kedua murid tersebut berjalan meninggalkan Yerusalem (pusat komunitas para rasul) menuju Emaus karena kecewa dan putus asa. Kekecewaan sering membuat seseorang menarik diri dari persekutuan.Hubungannya: Setelah mengenali Yesus dalam pemecahan roti (ayat 31), ayat 33 mencatat: "Lalu bangunlah mereka dan seketika itu juga mereka kembali ke Yerusalem." Perjumpaan dengan Kristus membalikkan arah hidup mereka—dari menjauh dari komunitas, menjadi berlari kembali mendekati komunitas.
- Komunitas sebagai Tempat Konfirmasi ImanKonteks: Ketika kedua murid tiba di Yerusalem, mereka mendapati kesebelas murid dan teman-teman mereka sedang berkumpul (ayat 33). Hubungannya: Sebelum kedua murid sempat menceritakan pengalaman mereka, komunitas tersebut sudah berseru: "Sesungguhnya Tuhan telah bangkit dan telah menampakkan diri kepada Simon" (ayat 34). Komunitas menjadi ruang aman di mana pengalaman iman pribadi dikonfirmasi, diperkuat, dan diselaraskan dengan kesaksian bersama.
- Sukacita yang Terlalu Besar untuk Dinikmati Sendiri. Konteks: Hari sudah malam dan perjalanan Emaus ke Yerusalem itu jauh (sekitar 11-12 km) serta berbahaya.Hubungannya: Rasa lelah dan bahaya malam hari tidak menghentikan mereka. Sukacita kebangkitan Kristus tidak dirancang untuk dinikmati dalam kesendirian. Berbagi cerita tentang bagaimana "mereka mengenali Dia pada waktu memecahkan roti" (ayat 35) membutuhkan kehadiran orang lain. Komunitas adalah wadah utama untuk saling menyemangati melalui kesaksian hidup.
- Dari "Patah Hati" Menjadi "Satu Hati"Konteks: Saat meninggalkan komunitas, mereka berjalan dengan hati suram dan berdebat dengan penuh kebingungan (ayat 15-17).Hubungannya: Sekembalinya mereka ke komunitas, suasana berubah total. Mereka tidak lagi berbicara tentang kematian atau kegagalan, melainkan tentang kehidupan dan kemenangan. Kembali ke komunitas memulihkan identitas mereka yang sempat hilang, dari murid yang kalah menjadi saksi yang menang.
Kesimpulan untuk Renungan Perjumpaan dengan Yesus tidak pernah membuat seseorang menjadi "pendoa yang terisolasi". Mengasihi Yesus berarti mengasihi Tubuh-Nya, yaitu komunitas orang percaya. Jika hari ini ada orang yang menjauh dari gereja atau persekutuan karena kecewa, kisah Emaus mengingatkan bahwa pemulihan sejati dari Tuhan akan selalu menggerakkan hati kita untuk kembali dan membangun komunitas.
Pada malam hari ini, Persekutuan doa dihadiri 36orang.
Demikian sekilas info kegiatan PDPKK Santo Bartolomeus.
Kontributor by Steven Chandra
PDPKK Santo Bartolomeus

.jpeg)
Posting Komentar