Naik Level

Daftar Isi
Pada hari Rabu, 10 Juni 2026, PDPKK Santo Bartolomeus mengadakan persekutuan doa dengan tema : Naik Level. Pada tema malam ini yang dibawakan oleh Ibu Lilik Kristiawati dari Paroki Bintaro. Persekutuan ini diselenggarakan setiap hari Rabu, dan dilaksanakan di Ruang GKP Santo Bartolomeus, Paroki Taman Galaxy.



Dalam pewartaannya, beliau menjelaskan bahwa :

Tuhan tidak ingin kita berhenti pada titik yang sama. Ia menghendaki kita terus bertumbuh, semakin dewasa, semakin mengenal-Nya, dan semakin serupa dengan Kristus.

A. Naik Level Berarti Terus Bertumbuh
    "Tetapi bertumbuhlah dalam kasih karunia dan dalam pengenalan akan Tuhan dan Juruselamat kita, Yesus Kristus." (2 Petrus 3:18)

Petrus tidak berkata "berhentilah", tetapi "bertumbuhlah".
Iman bukan sesuatu yang statis. Seorang yang sudah lama ikut pelayanan belum tentu sudah dewasa secara rohani. Ukuran kedewasaan bukan lamanya menjadi orang Kristen, melainkan pertumbuhan dalam kasih karunia dan pengenalan akan Kristus. Tanda orang yang naik level:
  • Semakin mencintai Tuhan.
  • Semakin rajin berdoa dan membaca Firman.
  • Semakin mudah mengampuni.
  • Semakin rendah hati.
  • Semakin mengandalkan Tuhan daripada diri sendiri.
B. Naik Level Memerlukan Perubahan Prioritas
    Dalam Filipi 3:7-8, Rasul Paulus berkata bahwa semua yang dahulu dianggap keuntungan, kini dianggap kerugian karena pengenalan akan Kristus jauh lebih berharga.

Paulus mengalami perubahan cara pandang. Dahulu ia bangga akan status, pengetahuan, dan prestasinya. Namun setelah mengenal Kristus, ia menyadari bahwa yang paling berharga adalah hubungan dengan Tuhan. Naik level sering kali menuntut kita meninggalkan zona nyaman.

C. Naik Level Menuntut Kedewasaan Rohani
Dalam 1 Korintus 3:1-3, Paulus menegur jemaat Korintus karena mereka masih hidup seperti manusia duniawi. Mereka sudah lama menjadi orang percaya, tetapi masih:
  • Suka iri hati.
  • Suka berselisih.
  • Suka membandingkan diri.
  • Paulus menyebut mereka masih "bayi rohani".
  • Kadang kita juga demikian:
  • Mudah tersinggung.
  • Sulit menerima koreksi.
  • Mudah menghakimi.
  • Mudah kecewa dalam pelayanan.
    Naik level berarti meninggalkan sikap kekanak-kanakan dan belajar menjadi dewasa dalam Kristus.

D. Naik Level Membutuhkan Makanan Rohani yang Lebih Dalam
    Penulis Ibrani berkata: "Sebab sekalipun kamu, ditinjau dari sudut waktu, sudah seharusnya menjadi pengajar, kamu masih perlu lagi diajarkan..." (Ibrani 5:12)
Teguran ini sangat kuat.

Mereka sudah lama menjadi pengikut Kristus, tetapi belum bertumbuh sesuai waktu yang Tuhan berikan. Tuhan rindu agar kita tidak hanya menerima, tetapi juga membagikan. Bukan hanya:
  • Dilayani, tetapi melayani.
  • Didoakan, tetapi juga mendoakan.
  • Diajar, tetapi juga mengajar.
  • Dikuatkan, tetapi juga menguatkan.
Orang yang naik level mulai mengambil tanggung jawab rohani bagi orang lain.

Naik level dalam kehidupan rohani bukan soal jabatan pelayanan atau banyaknya aktivitas gereja. Naik level adalah ketika:
  • Kita semakin mengenal Kristus.
  • Kita semakin mengutamakan Tuhan.
  • Kita semakin dewasa secara rohani.
  • Kita mulai menjadi berkat bagi orang lain.
Tuhan tidak memanggil kita untuk tetap menjadi bayi rohani. Ia memanggil kita untuk bertumbuh dan menjadi murid yang dewasa.





PD malam ini, yang hadir berjumlah 35 peserta.

Kontributor by Steven Chandra
PDPKK Santo Bartolomeus

Posting Komentar

HOT INFO:
Selasa, 28 Juli 2026 KOMBAS Tim INTI Dek Bekasi secara online
Sabtu, 1 Agt 2026 Sekolah Doa Tahap 2 di Paroki Rawamangun
PENTING ... Untuk mengunjungi web profile BPD PKK KAJ - Dekenat Bekasi bisa melalui tautan berikut : https://inilahdia.com/dekenatbekasi