Roh Kudus Membaharui Hati Yang Luka - Mazmur 147 : 3
Daftar Isi
Pace e Bene……..!
PDPKK St. CLARA pada hari Rabu,19 Agustus 2026 menyelenggarakan Persekutuan Doa mingguan yang dilakukan di GKP Gereja Santa Clara Paroki Bekasi Utara, Lantai 2 Ruang Fidelis & Bunda Teresa, yang di mulai pukul 19:00 WIB dan dihadiri oleh 46 orang umat. Persekutuan Doa di isi juga dengan pewartaan oleh Yosep Endang Sendjaja yang biasa di panggil dengan Om YES, dengan tema "ROH KUDUS MEMBAHARUI HATI YANG LUKA" (Mazmur 147:3)
Jika kita renungkan di sela sela kehidupan keseharian di dunia ini, masih banyak orang orang yang hatinya terluka, ini terjadi karena kekecewaan mendalam, penolakan, harapan yang tidak sesuai kenyataan, atau perlakuan buruk dari orang lain baik di dalam lingkungan pekerjaan, keluarga, masyarakat maupun komunitas, baik karena masalah ekonomi, target pekerjaan, masalah keuangan, perlakuan yang tidak adil, kata-kata kasar, trauma atau dendam masa lalu, dan masih banyak lagi.
Why Me (Mengapa harus aku)?
Banyak orang yang merasa hati luka menganggap mengapa harus mereka yang mengalami, Why Me?
Mengapa harus terjadi pada diri mereka, mengapa orang lain hidupnya baik baik saja ? Dimanakah Tuhan ?
Roh Kudus Membaharui Hati yang Luka
Mazmur 147 : 3 menyatakan dengan sangat indah: "Ia menyembuhkan orang-orang yang patah hati dan membalut luka-luka mereka." Ayat ini menegaskan bahwa Allah bukan yang jauh dari penderitaan kita. Melalui kuasa Roh Kudus, Dia bertindak sebagai Tabib Agung yang aktif memulihkan jiwa yang Lelah & luka. Namun, agar pemulihan itu terjadi secara penuh dalam hidup kita, kita diundang untuk merespons-Nya melalui konsep 3M.
1. Membuka Hati, Membiarkan Roh Kudus Bekerja Sebebas-bebasnya
- Membuka batin tanpa rahasia. Mazmur 147:3 menunjukkan bahwa Allah siap menyembuhkan, tetapi Roh Kudus menghargai kehendak bebas kita. Membiarkan Dia bekerja berarti kita berani membuka luka lama di hadapan-Nya tanpa ada yang ditutupi.
- Mengizinkan campurtangan Ilahi. Kita sering kali menahan Roh Kudus karena takut menghadapi rasa sakit saat luka itu disentuh. Penyembuhan sejati baru dimulai ketika kita memberi ruang bagi Roh Kudus untuk menyentuh bagian terdalam yang paling sakit.
2. Menyerahkan Ketidakmampuan Kita Secara Radikal untuk Melepas Beban Luka
- Mengakui kepatahan hati. Secara manusiawi, kita tidak memiliki kemampuan untuk menyembuhkan atau membaharui kembali hati yang telah luka tersebut.
- Tindakan iman yang radikal. Lepaskan usaha mengontrol masalah dengan kekuatan sendiri. Menyerahkan ketidakmampuan berarti kita datang membawa hati yang luka kepada Roh Kudus dan berkata, "Tuhan, aku hancur dan tidak mampu bangkit sendiri. Ambil alih seluruh hidupku."
3. Melembutkan Hati Melalui Pengampunan
- Menerima pembaruan kasih. Allah membaharui hati kita. Proses ini menuntut hati yang lembut; hati yang keras dan penuh dendam hanya akan menolak pemabaruan dari Tuhan.
- Melepaskan pengampunan sebagai kesembuhan. Buang akar pahit agar hati siap menerima kasih yang baru. Ketika hati dilembutkan oleh Roh Kudus, kita dimampukan untuk mengampuni orang yang menyakiti kita, mengganti rasa benci dengan kelembutan Kristus.
Persekutuan Doa malam itu juga di lengkapi juga dengan Sharing Iman dari om YES yang sungguh meneguhkan, dan memberikan kekuatan baru bagi mereka yang mengalamai hati yang luka atau luka batin.
Juga dengan sesi Pendoaan Pembaruan Luka Batin kepada mereka semua yang sungguh memberikan pembaruan hati yang baru, hati yang sembuh dari luka luka lama. Tak lupa, sebelum kami mengkahiri kegiatan Persekutuan Doa, kami menyambut 3 orang umat yang baru pertama kali hadir di PDPKK St. Clara.
Baik Umat maupun Team, semuanya terlibat aktif dalam Pujian, Penyembahan dan Doa, Semuanya yang hadir merasakan sukacita dan hadirat Tuhan dalam Pujian & Penyembahan kepada Allah di tempat Kudus-Nya.
Tuhan Yesus Memberkati.
Bunda Maria Mendoakan.
Kontributor by Anastasia Amanda
PDPKK Santa Clara
.jpeg)
.jpeg)

.jpeg)


